dedara.id – Band indie dari Lombok, Virtual Band kembali bernostalgia bersama para personel. Band yang pernah eksis lebih dari satu dekade itu familiar dengan album berjudul “Mase Biru.”

Lagu-lagu Virtual Band yang sempat populer kala itu seperti Aran Kamu, Puncak Rinjani, Musim Matak dan Putri Mandalike. Sederet lagu dituangkan dalam dua album.

Masing-masing personel saat itu Eed (vokalis), Oyok (gitar), Wawan (bass) dan Lolo sang drumer.

Konon Virtual Band, menjadi salah satu band yang cukup populer dengan lagu – lagunya yang menghibur dan tak jarang menjadi lagu andalan bagi banyak orang untuk menyatakan cinta pada pujaan hatinya. Semua lagu – lagunya memang sengaja diciptakan untuk mengangkat seni budaya dan keindahan Lombok, namun tak lepas dari urban muda mudi pada masa itu.

Namun seiring dengan tuntutan pekerjaan dan kesibukan para personilnya di luar rutinitas musik, band ini pun dikabarkan hengkang dari industri musik indie. Seperti cerita sang vokalis, Edi Setiawan alias Eed saat ditemui di sela  kesibukannya menjadi staff Biro Humas di Kantor Gubernur NTB.

“Wawan sibuk kerja dan tidak sempat bermain musik, Lolo juga sibuk mengelola bisnis clotingan kaos, sementara Oyok juga sibuk sebagai pengajar seni musik di salah satu sekolah di Lombok Timur ya sekaligus mengelola band. Saya sendiri keseharian sibuk mengabdi di Biro Humas Provinsi NTB sehingga menyebabkan kita jarang bertemu,” katanya, Kamis, 6 Februari 2020.

Namun meski disibukkan dengan urusan perkerjaan yang bersifat administrasi, Eed mengaku tak pernah lepas dari musik. Bekalnya sebagai punggawa Virtual Band, mendukung kiprahnya dalam dunia kerja dia ntara pejabat-pejabat yang juga suka dengan musik. Bakatnya banyak dimanfaatkan untuk memeriahkan berbagai event besar yang digelar pemerintah provinsi NTB.

“Alhamdulillah selama band saya vakum beberapa tahun lalu saya tetep dapat kepercayan untuk membuat jinggel lagu-lagu untuk pemerintah. Seperti jinggle lagu Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi, jinggel zero waste dan lagu NTB gemilang yang mendapat penghargaan langsung dari Gubernur NTB. Sebelumnya juga saya pernah berkontribusi membuat jinggel sambut MTQN ke XXVI di NTB dan mengaransmen beberapa lagu untuk pahlawan Nasional TGKH, Zainudin Abdul Majid,” katanya.

Untuk menyegarkan ingatan dan sekaligus bernostalgia mengobati kerinduan masyarakat dengan Virtual Band, Eed akan kembali mengumpulkan personilnya untuk berada pada satu panggung musik. Sebuah stasiun televisi swasta di Lombok, mengundang seluruh personil Virtual Band Kanak Sasak untuk memeriahkan program acara khusus.

Eed mengatakan momentum ini dapat menjadi ajang reuni personil Virtual Band, sekaligus mengangkat kembali gairah permusikan daerah.

Ia berharap, dengan penampilannya nanti yang disiarkan melalui media televisi, dirinya dan personilnya dapat mempromosikan budaya dan kearifan lokal NTB dikancah nasional.

Acara Pedasnya TV9 akan menghadirkan Virtual Band pada 8 Februari 2020 di halaman kantor TV9 Gerimaks, Sweta, Cakranegara.

“Harapannya kami dapat membangkitkan gairah bermusik kawan-kawan lama. Bekontribusi memajukan daerah lewat lagu, seperti misi kami dulu, membuat lagu-lagu bahasa daerah untuk memajukan daerah tercinta ini,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *